5 Pengaruh Buruk Judi Pada Perkembangan Anak

Berdasarkan hasil penelitian terbaru ada sekitar 1,6 milyar orang di dunia yang memiliki masalah dengan judi, dan hampir setengahnya adalah penjudi dengan kecanduan yang akut. Angka ini terus bertambah setiap tahunnya karena kebanyakan orang yang kecanduan judi malu untuk mengakuinya dan ragu untuk mencari bantuan, pada akhirnya mereka memilih jalan keluar pintas seperti bunuh diri.

Adiksi judi bisa mengarah pada efek yang lebih serius seperti kehilangan pekerjaan, hancurnya hubungan, dan terlilit hutang yang sulit untuk dibayar. Adiksi judi juga sering diasosiasikan dengan masalah kesehatan mental, termasuk depresi, mood yang tidak stabil, dan anti-sosial.

Judi dan pengaruh perkembangan anak

Sayangnya, kecanduan judi bukan hanya merugikan diri pelakunya tapi juga akan merusak keluarga terutama mental anak yang masih di bawah umur. Banyak anak yang berasal dari keluarga dengan orang tua seorang penjudi pada akhirnya memiliki masalah mental dan bahkan berakhir dengan nasib yang sama, menjadi seorang penjudi.

Berikut ini adalah beberapa efek yang ditimbulkan oleh kecanduan judi yang akan berpengaruh kepada perkembangan mental anak.

  1. Anak Kurang Diperhatikan

Orang tua dengan adiksi terhadap judi akan banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan kegiatan perjudian. Mereka akan memprioritaskan judi sebagai hal yang paling penting dibandingan hal lainnya termasuk kewajibannya mengurus anak.

anak kurang diperhatikan

Kondisi seperti ini akan menyebabkan anak kekurangan perhatian yang akan berpengaruh pada perkembangan mental sang anak. Anak akan mencari cara untuk mendapatkan perhatian dari orang lain dengan cara-cara yang buruk seperti melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma atau bahkan yang melanggar hukum

  1. Kesulitan Finansial

Sekarang ini kesulitan finansial telah melanda hampir semua keluarga di dunia. Tanpa ditambah perjudian, seringkali kesulitan finansial menjadi masalah dalam mendidik dan membesarkan anak. Saat orang tua kekurangan uang, anak juga akan merasakan akibatnya.

masalah finansial rumah tangga

Banyak keinginan anak yang tidak akan terpenuhi membuat anak mencari cara bagaimana caranya ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Selain itu biaya untuk Pendidikan anak juga akan terganggu yang mengakibatkan anak putus sekolah. Orang tua yang tidak membiarkan anaknya bersekolah sudah menghancurkan setengah dari masa depannya.

  1. Tempat Pelampiasan Emosi

Orang tua yang kecanduan judi cenderung menjadi temperamen dan emosional. Karena tidak bisa melepaskan kesalnya di luar, maka mereka akan melampiaskan emosinya kepada si anak. Hal ini akan merusak perkembangan otak dan mental anak. Anak akan menjadi pendendam dan cenderung akan melakukan kekerasan juga. Jika ini dibiarkan terjadi, lama kelamaan si anak malah akan menjadi kriminal.

anak jadi pemarah

  1. Berkata Kasar

Orang yang memiliki adiksi judi juga cenderung sering berkata-kata kasar. Bagi anak, orang tua adalah contoh untuk ditiru. Jika orang tua mengajarkan kata-kata kasar maka ia juga akan melakukan hal yang sama di luar. Kekerasan biasanya dimulai dengan bentuk verbal, saat seseorang terbiasa berkata kasar maka berikutnya ia akan melampiaskannya dalam bentuk perlakukan. Ini adalah awal dari anak dengan temperamen keras. Ia akan berkembang menjadi pribadi yang kasar dan menyukai kekerasan.

  1. Terpengaruh Perjudian

Seperti halnya dengan yang telah disebutkan di atas, si anak akan mengikuti apa yang menjadi kebiasaan orang tuanya. Saat dia tahu jika orang tuanya punya hobi berjudi, anaknya pun akan melakukan hal yang sama. Pada akhirnya sejarah akan terulang dengan sendirinya, dan tidak akan ada yang bisa menghentikan lingkaran ini.

Untuk kamu yang suka bermain judi, berjudilah dengan aman. Berjudi hanya untuk bersenang-senang dan berhenti ketika kamu harus berhenti. Jika kamu ingin bersenang-senang dengan aman kamu bisa kunjungi mahabet.org dan bergabung bersama ribuan member setia lainnya dari seluruh dunia.